Rektor Unhas merasa sangat keberatan dengan pernyataan Ketua Panitia Pusat SBMPTN Prof. Rochmat Wahab yang mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Panlok 82 (Unhas) terkait dengan selalu ada joki yang tertangkap dari tahun ke tahun, seperti yang dimuat di Halaman 1 Koran Sindo, Kamis (2/6). “Unhas mestinya dihargai berani mengungkap kebenaran dan ketat dalam melakukan pengawasan,” kata Rektor Unhas Prof.Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, sesaat setelah melihat Koran Sindo yang memuat pernyataan tersebut.
Menurut Rektor, bila hal seperti ini dibiarkan (menangkap joki itu dianggap sebagai sesuatu yang kurang baik, red) maka akan menjadi preseden bagi perguruan tinggi lain. “Jadinya tidak akan ketat dalam melakukan pengawasan SBMPTN dan membiarkan saja terjadinya hal-hal ‘aneh’ dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri tersebut,” jelas Dwia
Karena itu, konspirasi perjokian yang sudah menasional ini, lanjut Rektor Unhas, mestinya harus dilawan. “Bukan memberi sanksi kepada universitas yang keras terhadap perjokian,” sergahnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Prof.Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc sependapat dengan Rektor Unhas dan mendukung langkah-langkah yang ditempuhnya terkait dengan pernyataan Ketua Panitia Pusat SBMPTN yang dimuat di Koran Sindo itu.




