Produktivitas Universitas Hasanuddin dalam bidang penelitian kembali menunjukkan tren positif. Pada tahun 2026, Unhas berhasil masuk dalam 10 besar perguruan tinggi penerima pendanaan Program Penelitian Multitahun Lanjutan melalui skema Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dalam daftar tersebut, Unhas menempati peringkat keenam secara nasional dengan 65 judul penelitian yang berhasil memperoleh pendanaan.
Dana Penelitian BIMA merupakan skema pendanaan penelitian yang mendukung riset multitahun di perguruan tinggi. Melalui program ini, para dosen dan peneliti didorong untuk menghasilkan penelitian berkualitas yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, Ir. Suharman Hamzah, ST., MT., Ph.D (Eng)., HSE menjelaskan bahwa skema penelitian BIMA memberikan kesempatan bagi peneliti untuk melaksanakan penelitian yang dapat berlangsung lebih dari satu tahun.
Oleh karena itu, penelitian yang didanai pada tahun 2026 merupakan kelanjutan dari sebagian proposal yang telah diajukan pada tahun sebelumnya.
Prof. Suharman menambahkan bahwa LPPM Unhas secara konsisten melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap para peneliti agar pelaksanaan penelitian berjalan sesuai rencana.
“Sejak beberapa tahun terakhir, LPPM terus memperkuat proses monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan penelitian, termasuk memperhatikan kelengkapan administrasi pertanggungjawaban serta capaian luaran penelitian. Hal ini penting agar penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan dengan baik sekaligus menghasilkan luaran penelitian yang jelas,” kata Prof. Suharman.
Lebih lanjut, Prof. Suharman menyebutkan bahwa bidang riset sains dan teknologi masih menjadi bidang yang paling banyak memperoleh pendanaan dalam program ini. Hal tersebut menunjukkan kuatnya kapasitas riset Unhas pada bidang-bidang ilmu tersebut.
Dilihat dari komposisi bidang keilmuan, pendanaan penelitian di Unhas didominasi oleh rumpun ilmu agro-maritim dengan porsi 53 persen, disusul teknosains sebesar 22 persen, kesehatan sebesar 20 persen, serta ilmu sosial dan humaniora (soshum) sebesar 5 persen.
Sebagai strategi peningkatan kualitas penelitian, LPPM Unhas juga terus mengingatkan dan membantu para peneliti dalam proses pelaporan penelitian secara tertib, termasuk memastikan bahwa luaran penelitian seperti publikasi pada jurnal ilmiah yang telah dijanjikan dalam proposal dapat tercapai sesuai dengan target yang ditetapkan.
Capaian ini diharapkan semakin memperkuat budaya riset di lingkungan Unhas sekaligus mendorong para dosen untuk terus menghasilkan penelitian yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat. (*/dhs)
Editor : Ishaq Rahman






