Saat ini Universitas Hasanuddin telah menyatakan kesediaannya melaksanakan tes dalam rangka rekruitmen tenaga pendamping desa (TPD) profesional yang akan ditempatkan di wilayah Sulawesi Selatan. Hal tersebut di sampaikan Ketua Panitia Pelaksana Dr. Muh. Akbar, M.Si di Rektorat Kampus Unhas, Rabu (25/5).
Seleksi ini dilaksanakan oleh Unhas bekerja sama dengan Kementerian Desa Tertinggal untuk mempercepat pembangunan di pedesaan.“Jumlah TPD yang akan diterima tersebut sebanyak 1.396 orang yang akan ditempatkan di 2.253 desa di Sulsel. Pendamping tersebut nantinya akan disebar sebanyak 126 orang di tingkat kabupaten/kota, 608 di tingkat kecamatan, dan 662 di tingkat desa,” Jelas Akbar. Hingga penutupan pendaftaran akhir pekan lalu, jumlah pendaftar sebanyak 4.585 orang.
Rencananya, ujian seleksi tertulis akan dilaksanakan pada Sabtu (28/5) di Kampus Unhas dengan memanfaatkan ruangan-ruangan besar seperti Gedung AP Pettarani, Gedung Ipteks, Aula Prof. Amiruddin dan ruangan Pemakaian Bersama (PB). Ujian ini akan diawasi sekitar 229 pengawas yang berasal dari dosen dan pegawai di Unhas dengan rasio 1 : 20. Sedangkan tes kejiwaan (psikotes) baru akan dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 2016. “Hal ini dilakukan karena, peserta yang bisa lanjut ke psikotes adalah yang telah dinyatakan lulus dalam ujian tulis,” kata Akbar.
Tenaga pendamping desa yang akan direkrut Unhas tersebut, lanjut Akbar, terdiri atas Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TAPM), Tenaga Pendamping Desa (TP), dan Tenaga Pendamping Lokal Desa (PLD). Informasi selengkapnya dapat dilihat di Website Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi di http://www.kemendesa.go.id
Untuk kualifikasi tenaga pendamping profesional yang akan direkrut, lanjut Akbar, umumnya mensyaratkan sarjana atau Diploma III, kecuali PLD yang bisa berlatarbelakang SMA. “Hal lain yang menjadi pertimbangan utama juga adalah pelamar telah memiliki pengalaman dalam hal pendampingan desa,” kata Akbar yang juga Direktur Aset Unhas ini.




