Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Unhas Tuan Rumah Rapat Koordinasi Forum Pengawas Internal PTN Badan Hukum ke-VI

Forum Pengawas Internal Perguruan Tinggi (PTN) Badan Hukum mengadakan rapat koordinasi bagi seluruh Satuan Pengawas Internal (SPI) PTN Badan Hukum se-Indonesia. Sebanyak 33 peserta perwakilan masing-masing universitas hadir di kegiatan ini.
 
Turut hadir, Rektor Universitas Hasanuddin (Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA), Sekretaris Universitas, (Prof. Dr. Ir. Nasaruddin Salam, MT), Ketua Forum Pengawas Internal PTNBH (Robert P. Tobing, CA, MBA), dan Ketua Satuan Pengawasan Internal Unhas (Prof. Dr. H. Ahmadi Miru, SH, MH). Acara dibuka pada pukul 16.00 bertempat di Swissbell-Hotel, Kamis (26/09).
 
Ketua Forum Pengawas Internal PTN Badan Hukum, Robert P. Tobing, dalam sambutannya menjelaskan sedikitnya ada lima garis besar tujuan diadakannya kegiatan ini.
 
“Tujuan kegiatan ini untuk mengaddress sejumlah hal penting, di antaranya adalah pemberdayaan SDM PTNBH pada instansi eksternal, pengelolaan sumberdaya PTNBH menuju profesional dan mandiri, kewenangan pengelolaan aset negara oleh PTNBH, peranan SPI dalam mendukung efisiensi dan pencegahan korupsi, serta laporan pengurus atas pelaksanaan forum pengawas internal PTNBH dan pemilihan pengurus baru,” jelas Robert.
 
Lebih lanjut, Robert menjelaskan bahwa ada beberapa fenomena yang secara khusus perlu dikaji dalam rakor ke-VI ini. Terlebih lagi, kesebelas PTN juga memiliki visi yang sama yaitu menuju World Class University (WCU).
 
“Dalam mewujudkan kampus kita masing-masing menjadi WCU tentu tidak mudah. Terdapat sejumlah treats yang perlu kita aware, yaitu ranking kita baik di Indonesia maupun di dunia. Urutan ini tidak stabil, kadang-kadang naik, kadang-kadang turun. Namun yang harus kita beri perhatian lebih adalah peringkat PTS yang mulai naik dan bersaing dengan kita,” kata Robert.
 
Selain peringkat PTS yang mulai mendominasi, Robert juga menjelaskan masih ada fenomena-fenomena lainnya, seperti keberadaan rektor asing, kondisi keuangan, relevansi pendidikan tinggi, dan top 20  university and student life risks. 
 
 
Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangganya telah dipilih sebagai tuan rumah rapat koordinasi ini. Ia berharap seluruh peserta dapat bertukar pikiran dan mencapai suatu titik temu yang dibutuhkan oleh para pengelola PTN.
 
“Tentunya kita berharap pertemuan ini dapat menghasilkan sesuatu yang sangat dibutuhkan bagi kami para pengelola PTNBH, entah itu kisi-kisi, masukan, rumusan, atau suatu rekomendasi. Kita butuh karena sesuai arahan menteri, PTN yang berstatus Badan Hukum harus mampu meningkatkan daya saing kampus, tidak hanya di lingkup nasional saja namun harus mampu bersaing di kancah internasional,” kata Dwia.
 
Rektor Unhas juga menjelaskan tentang bagaimana kaitan antara unit pengawasan internal di perguruan tinggi, dengan aktivitas dosen sebagai sumber daya utama.  Beliau memfokuskan pada penempatan dosen di jabatan pemerintahan dan juga terkait dengan rasio dosen dan mahasiswa.
 
“Untuk meningkatkan daya saing, tentunya kita perlu meningkatkan kualitas SDM yang unggul. Salah satu tantangan yang kita hadapi adalah dosen-dosen kita yang telah mumpuni banyak yang memangku jabatan penting di pemerintahan. Hal ini membuat rasio dosen yang mengajar dan jumlah mahasiswa menjadi tidak seimbang. Kita tentu harus memikirkan strategi untuk menjawab tantangan tersebut,” jelas Dwia.
 
Sebagai penutup sambutannya, Dwia mengapresiasi SPI Unhas yang senantiasa bekerja keras dan menjadi pendukung Unhas dalam hal tata kelola. Dirinya berharap koordinasi selama dua hari ini bisa mengevaluasi seberapa jauh hak otonom PTNBH dalam mengelola kampus secara mandiri dan dapat menjadi bahan pertimbangan yang diberikan kepada Kemenristekdikti.  Rapat Koordinasi Forum Pengawas Internal PTN Badan Hukum direncanakan berlangsung hingga Jum’at, 27/9.(*)
 
 
Editor : Ishaq Rahman

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia