Pendaftaran peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 secara serentak dimluai di seluruh Indonesia dengan sistem online. Para calon peserta dapat mendatangi anjungan tunai mandiri (ATM), menggunakan fasilitas SMS Banking, teller, atau agen bank mitra SBMPTN, yakni Bank BNI dan Bank Mandiri di seluruh Indonesia.
Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, menjelang pelaksanaan SBMPTN seperti ini banyak pihak yang mengaku dapat ‘’mengurus’ sehingga seorang peserta dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pilihannya. Humas Unhas selaku Humas Panlok 82 mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap iming-iming dan janji seperti ini.
‘’Kelulusan seorang peserta sangat ditentukan oleh doa dan usaha peserta sendiri,’’ demikian penjelasan Humas Unhas menyertai awal pendaftaran SBMPTN hari ini (25/4/2016) dan berakhir 20 Mei 2016.
Humas Unhas menjelaskan, praktik penipuan seperti ini menggunakan modus operandi mendatangi anak-anak yang prestasinya bagus dan menawarkan diri mengurusnya agar bisa lolos ke PTN pilihannya. Perjanjiannya, nanti setelah lulus baru transaksi dilaksanakan. Jika seorang anak lulus (tentu karena kemampuan sendiri), yang bersangkutan akan datang menyampaikan bahwa itu atas usahanya sendiri menghubungi pihak-pihak yang tentu saja dia tidak akan sebutkan namanya. Namun jika tidak lulus, dia akan datang menyampaikan dengan berbagai alasan yang dibuat-buat.
Kepada para peserta yang sudah mendaftar dan memeroleh kartu peserta SBMPTN agar hati-hati menyimpan kartu peserta. Jangan sampai hilang, karena kasus seperti ini banyak terjadi dari tahun ke tahun.
‘’Pada hari pertama pendaftaran SBMPTN, seorang siswa yang sudah mendaftar online datang melaporkan bahwa kartu peserta SNMPTN-nya hilang,’’ Humas Unhas menjelaskan ketika menerima siswa salah satu SMA Negeri bergengsi di Makassar, Senin (25/4/2016) di lantai II Bagian Akademik Unhas. (*).




