Universitas Hasanuddin melalui Bagian Hukum dan Tata Laksana melaksanakan Bimbingan Teknis Penyusunan Analisis Jabatan dan Beban Kerja di lingkungan Universitas Hasanuddin. Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin (7/10) bertempat di Aula LPMPP Universitas Hasanuddin.
Bimtek ini dihadiri oleh Sekretaris Universitas (Prof. Dr. Ir. H. Nasaruddin Salam, MT) sekaligus sebagai narasumber, Kepala Biro Administrasi, Perencanaan, dan Sistem Informasi (Drs. Akhmad, M.Si), Kepala Bagian Hukum dan Tata Laksana (Drs. Mansur, M.Si), serta Kepala Bagian dan staff se-Universitas Hasanuddin.
Sebelum memaparkan materinya, Prof. Nasaruddin menyampaikan bahwa momen pelaksanaan kegiatan Bimtek ini sangat tepat, mengingat Unhas akan turut membuka formasi pada CPNS tahun 2020 mendatang. Dirinya berharap, melalui Bimtek ini, masing-masing unit kerja dapat memetakan berapa banyak sumber daya yang dibutuhkan.
“Setelah pemetaan tersebut, masing-masing unit kerja silahkan menganalisis jabatan dan beban kerja. Tentunya jabatan harus seimbang dengan beban kerja yang diberikan dan dikerjakan. Hal ini juga disesuaikan dengan proyeksi pegawai yang akan pensiun dalam waktu dekat,” kata Prof. Nasaruddin.
Prof. Nasarudin juga menyinggung mengenai SDM yang dipuji kualitasnya oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam studi banding ke Unhas pekan lalu.
“Beberapa hari yang lalu, ITB datang berkunjung untuk mempelajari bagaimana pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) di Unhas, karena kualitas SDM kita itu yang terbaik di Indonesia. Mudah-mudahan kualitas ini bisa kita pertahankan terus,” kata Prof. Nasaruddin.
Saat membawakan materi “Analisis Manajemen SDM”, Prof. Nasaruddin menggarisbawahi mengenai efektivitas dan efisiensi pekerjaan agar bisa mencapai stabilitas dari segi sistem.

“Apabila kita bicara analisis, berarti kita tengah membandingkan sesuatu. Saat ini kita menganalisis jabatan dan beban kerja, berarti yang menjadi pembandingnya adalah efektivitas dan efisiensi. Jika jabatan dan beban kerja yang diberikan berlebih, maka itu tidak optimal dan efisien. Maka dari itu dalam hal tata kelola, kita harus selalu menjaga stabilitas supaya sistem juga berjalan secara efektif,” kata Prof. Nasaruddin.
Manajemen SDM sendiri merupakan bentuk pengakuan pentingnya anggota organisasi (personil) sebagai sumebr daya yang dapat mendukung tercapainya tujuan organisasi, pelaksanaan fungsi, dan kegiatan organisasi untuk menjamin bahwa mereka dipergunakan secara efektif dan adil, demi kepentingan organisasi, individu, dan masyarakat.
“Di Unhas sendiri, tujuan manajemen SDM adalah untuk menarik perhatian calon SDM yang potensial dan bermutu, mempertahankan SDM yang berdedikasi tinggi, memotivasi SDM dalam bekerja, dan memperbaiki kontribusi produktif SDM terhadap organisasi dengan cara yang bertanggun jawab secara strategi, etis, dan sosial. Keseluruhan tujuan inilah yang ingin kita capai dalam mewujudkan Unhas yang berkualitas,” jelas Prof. Nasaruddin.
Proses manajemen SDM di Unhas meliputi (1) analisis jabatan dan analisis beban kerja, (2) penetapan kebutuhan dan pengadaan SDM, (3) orientasi (pangkat dan jabatan) dan penempatan, (4) pelatihan/pendidikan, (5) mutasi/rotasi, (6) pengembangan karir/pola karir, (7) promosi, (8) penggajian/tunjangan/insentif, dan (9) penghargaan/disiplin/sanksi.
Sebagai penutup, Prof. Nasaruddin menjelaskan bahwa saat menganalisis jabatan dan beban kerja harus mempertimbangkan tantangan yang akan dihadapi. Salah satu tantangan yang harus diberi perhatian lebih adalah perkembangan secara global.
“Sehingga SDM yang kita butuhkan dan prioritaskan untuk diterima di tahun depan adalah mereka yang memiliki potensi untuk berpikir dan kemampuan yang dibutuhkan secara global. Minimal menguasai skill untuk bersaing secara global,” tutupnya.(*)
Editor : Ishaq Rahman




