Logo-Unhas
Edit Content

Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Agroteknologi Unhas Bahas Sinergitas Multipihak Mewujudkan Ketahanan Pangan

Universitas Hasanuddin melalui Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian menyelenggarakan web seminar edisi dua dengan tema “Sinergitas Perguruan Tinggi dengan Multipihak Mewujudkan Ketahanan Pangan di Era New Normal”.

Kegiatan berlangsung pukul 14.30 Wita secara virtual melalui aplikasi zoom meeting dan live streaming di kanal youtube Agroteknologi Unhas, Selasa (28/07).

Hadir sebagai keynote speaker Menteri Pertanian RI yang diwakili oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian (Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng).

Adapun narasumber lain yakni Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulsel (Dr. Ir. Abdul Wahid, MS), Koordinator Center kf Excellence Fakultas Pertanian Unhas (Prof. Dr. Ir. Yunus Musa, M.Sc), CEO ILOVE Selling Academy (Sulkifly Baro, SP. PLT), Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan, Kabupaten Soppeng (Mursalin) dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian Unhas (Dr. Ir. Novaty Eny Dungga, MP).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA. Dalam sambutan pembukanya, Prof Dwia mengapresiasi kegiatan dengan tema yang strategis dimasa pandemi Covid-19.

“Ini akan menjadi masukan dalam menjamin ketahanan pangan di negara kita. Era new normal menuntut perubahan dalam setiap aktivitas, termasuk ketahanan pangan. Sektor ini memiliki peranan penting dan mempengaruhi sektor lainnya seperti sektor perekonomian,” jelas Prof Dwia.

Menurut Prof Dwia, sektor ketahanan pangan sangat strategis di era krisis pandemi, mengingat sektor tersebut sangat rentan terhadap permasalahan Covid-19. Sehingga, memang sangat penting untuk dibahas dalam berbagai multisektor.

“Ketika kebijakan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid dengan melakukan PSBB, secara tidak langsung ini mempengaruhi proses produksi dan distribusi bahan pangan. Hal ini membutuhkan peran banyak pihak bukan hanya kementerian Pertanian. Perguruan Tinggi dapat berperan sebagai penghubung untuk menguatkan kerja sama multisektoral,” jelas Prof Dwia.

Diakhir sambutannya, Prof Dwia berharap seminar tersebut melahirkan gagasan konkrit yang bisa ditindaklanjuti oleh berbagai pihak dan melahirkan peluang terciptanya kerjasama antar berbagai pihak.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian RI yang diwakili oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng., selaku keynote speaker menyampaikan materi tentang “Tantangan Ketahanan Pangan Dimasa dan Pasca Covid-19”.

Ditengah pandemi Covid-19, Kementerian Pertanian RI tetap berupaya untuk menyediakan bahan pangan bagi 270 juta penduduk Indonesia dengan berfokus pada kedaulatan pangan dan kemandirian pangan. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan kecukupan pangan sehingga individu tetap sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan.

Agung menuturkan, dampak Covid-19 juga mempengaruhi ketahanan pangan Indonesia. Hal ini dilihat dari beberapa aspek seperti perubahan supply demand yang berpengaruh terhadap harga pasar, perubahan ke online transaction, ancaman kekeringan dan food global crisis, hambatan distribusi pangan antar provinsi dan dalam provinsi, serta beberapa dampak lainnya.

“Kementerian Pertanian menyusun strategis pemantapan sistem pangan nasional dengan beberapa program kerja seperti peningkatan produksi (sentra dan wilayah defisit), diversifikasi pangan lokal dengan program pengembangan diversifikasi pangan lokal berbasis kearifan lokal, pemberdayaan masyarakat melalui pekarangan pangan lestari (P2L) sampai pada upaya peningkatan konsumsi pangan B2SA dengan edukasi konsumsi pangan B2SA dan peningkatan kapasitas pengawasan keamanan pangan,” jelas Agung.

Di akhir materinya, Agung berharap ada sinergitas dan dukungan multipihak untuk membangun sistem pangan nasional di era new normal guna mendukung upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan dimasa pandemi Covid-19.

Seminar dilanjutkan dengan mendengarkan pemaparan materi dari para narasumber lainnya yang hadir. Kegiatan dipandu oleh Ifayanti Saleh, Ph.D., (Ketua Klinik Publikasi Fakultas Pertanian Unhas) sebagai moderator diikuti kurang lebih 300 peserta berlangsung lancar hingga berakhirnya acara pukul 17.00 Wita.(*/mir)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia