Logo-Unhas
Edit Content

Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Fakultas Kehutanan Unhas Lakukan Benchmarking Kewirausahaan ke Dunia Usaha dan Dunia Industri di Kota Palopo

Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin melakukan Benchmarking Kewirausahaan ke beberapa Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Kota Palopo, yaitu Koperasi Wanua Sylva Mandiri dan Madu Asli Trigona Queeny.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 Wita di Kota Palopo, Selasa (29/11).

Koperasi Wanua Sylva Mandiri merupakan lembaga distributor dan pengelola rotan menjadi beberapa jenis produk. Lembaga ini adalah lembaga naungan Kesatuan Pengelola Hutan Rongkong (KPH Rongkong) Kota Palopo. Sementara Madu Asli Trigona Queeny merupakan usaha yang bergerak dalam pengelolaan lebah madu, usaha ini didirikan dan dikelola oleh alumni Fakultas Kehutanan Unhas.

Rombongan benchmarking kewirausahaan Fakultas Kehutanan Unhas terlebih dahulu mengunjungi Koperasi Wanua Sylva Mandiri, kedatangan beliau bersama rombongan disambut baik oleh Ketua KPH Rongkong A. Baso Muchtar, S.Hut., M.Si. didampingi stafnya, Hasyim, S.Hut. yang merupakan alumni Fakultas Kehutanan Unhas.

Mengawali kegiatan, Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset dan Inovasi Fakultas Kehutanan Unhas (Dr. Ir. Astuti, S.Hut., M.Si., IPU.) menyampaikan terima kasih kepada Ketua Koperasi Wanua Sylva Mandiri sekaligus Ketua KPH Rongkong karena telah menyambut baik kedatangan beliau bersama rombongan.

“Terima kasih kepada Ketua Koperasi Wanua Sylva Mandiri sekaligus Ketua KPH Rongkong yang telah menyambut dan menerima kedatangan kami dengan baik. Kedatangan kami bertujuan untuk mengetahui dan menambah wawasan mahasiswa terkait pengelolaan rotan,” jelas Astuti.

Lebih lanjut Dr. Astuti mengatakan bahwa tujuan lain kegiatan ini adalah memperkenalkan secara langsung dunia usaha dan dunia industri kepada mahasiswa karena beberapa tim mahasiswa Fakultas Kehutanan Unhas lolos Program Wirausaha Mahasiswa (PMW) sehingga penting untuk memperkenalkan lebih dekat terkait wirausaha.

Pada kesempatan yang sama Ketua Koperasi Wanua Sylva Mandiri, A. Baso Muchtar, S.Hut., M.Si. mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini dan menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan koperasi rotan tersebut.

“Koperasi Rotan Sylva Mandiri didirikan untuk mensejahterakan masyarakat, sekaligus memberikan sumbangsih terhadap pendapatan negara karena keuntungan yang didapatkan dari koperasi ini sebagian besar kami berikan kepada masyarakat dan negara,” jelas A. Baso Muchtar.

Lebih lanjut A. Baso Muchtar menjelaskan proses pengolahan rotan yang diawali dengan penggorengan, kemudian penjemuran dan terakhir tahap pembuatan produk. Rotan yang bagus adalah rotan yang langsung digoreng setelah dipanen karena hal tersebut menjadikan kualitas rotan lebih bagus.

“Upaya yang dilakukan agar persediaan rotan tetap ada adalah mendorong masyarakat membawa 10 bibit rotan untuk ditanam,” jelas A. Baso Muchtar.

Usai dari Kantor Koperasi Wanua Sylva Mandiri, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi pengelola Madu Asli Trigona Queeny, Wiwi Oktaviani, S.Hut., M.Hut. Kedatangan rombongan disambut dan diterima dengan baik.

Dalam kesempatan ini Wiwi Oktaviani menjelaskan terkait cara pengelolaan lebah madu trigona dan mengajak rombongan benchmarking kewirausahaan untuk melihat langsung proses pengelolaan madu dan pengambilan madu dari sarang lebah.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan Unhas, Syahidah, S.Hut., M.Si., Ph.D. dan beberapa dosen turut mendampingi kegiatan benchmarking ini. (*/fhut)

Editor: Supratman

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia