Data terakhir yang dirilis Webometrics menunjukkan bahwa peringkat Universitas Hasanuddin naik lagi dari periode sebelumnya yang dirilis Januari 2016. Data webometrics periode Januari 2016 lalu menempatkan Unhas diurutan ke-12, kini dari data webo yang dirilis akhir Juli 2016 Unhas sudah bertengger di urutan 11. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang dirilis Juli 2015, Unhas masih berada di posisi 19. “Artinya, dalam setahun ini, pada pemeringkatan webometriks kita naik 8 peringkat yang tentu menggeser perguruan tinggi berperforma baik juga di negeri ini. Rilis terakhir webo itu, kita menggeser ITS yang turun di urutan ke-12,” jelas Rektor Unhas Prof.Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA menanggapi komentar di media massa dan media sosial yang menilai Unhas sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia Timur ini mengalami penurunan prestasi. Terakhir yang ramai di media massa, luputnya raihan prestasi Unhas di Pimnas ke-29 di IPB baru-baru ini sementara Universitas Muslim Indonesia (UMI) bertengger di urutan ke-11.
Menurut Dwia, salah satu tolak ukur untuk melihat kinerja perguruan tinggi yang banyak diacu saat ini adalah webometrics itu. “Ranking Webometrics merupakan gambaran kinerja nyata dari sebuah perguruan tinggi. Indikator-indikator yang digunakan oleh Webometrics itu ketat. Misalnya, untuk indikator Excellence Rank, itu disusun berdasarkan pada jumlah artikel karya dosen yang terindeks pada Scopus, Scimago dan Google Scholar. Jadi ini bukan main-main,” papar Rektor Unhas yang masuk dalam 71 wanita Indonesia yang menginspirasi ini. “Bahkan untuk kategori Excellence Rank, lanjut Dwia, Unhas bahkan menempati posisi 6 nasional, mengungguli Universitas Padjadjaran (7), Universitas Brawijaya (10), Universitas Airlangga (14), dan Institute Teknologi Surabaya (17),” tambahnya.
Jika diurut-urut prestasi beberapa perguruan tinggi di Indonesia Timur lainnya yang dirilis webometriks baru-baru ini kita tentu patut bersyukur seraya terus membulatkan tekad untuk meningkatkan prestasi. Dwia menyebutkan beberapa PT lainnya, seperti Universitas Sam Ratulangi diurutan 41, Univ. Pattimura (53), Univ. Negeri Makassar (64), Univ. Mulawarman (88), Univ. Haluoleo (162), UMI di 210, dan Universitas Bosowa di 385
Pemeringkatan yang dikeluarkan oleh Ristek Dikti akhir 2015 lalu juga menempatkan Unhas sebagai perguruan tinggi dengan kegiatan penelitian dan ilmiah terbaik ke-6 di Indonesia. “Yang teratas tetap ITB, kemudian IPB, UGM, UI, dan Unpad. Di bawah Unhas berturut-turut ada UNS, ITS, Unibraw, dan Undip,” ungkap Dwia.
Untuk Paten, lanjut Rektor, tahun 2016 ini sudah ada 75 paten dan 15 merek yang telah Unhas daftarkan. “Ini juga sudah jauh meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 45 paten dan 8 merek,” ujarnya. “Tentu prestasi ini patut disyukuri, namun kita tidak boleh terlena dengan capaian prestasi tersebut, karena perguruan tinggi lain juga terus memacu prestasi dan bergerak dengan cepat,” harap Rektor Unhas.
Meski senang dengan capaian tersebut, Rektor Unhas mengaku belum puas. Apalagi melihat potensi yang dimiliki Unhas saat ini. “Kami akan terus mendorong kinerja akademik dan penelitian berbasis IT untuk mencapai level yang lebih tinggi lagi. Saat ini, kami berada di peringkat 59 Asia Tenggara. Target kami adalah peringkat dunia”, harap Dwia.
Webometrics, salah satu instrumen pemeringkatan kualitas perguruan tinggi berbasis web yang dikembangkan oleh Cybermetrics Lab di Madrid, Spanyol. Webo disusun berdasarkan 4 variabel, yaitu Presence Rank, Impact Rank, Opennes Rank, dan Excellence Rank. Sejak 2004, Webometrics selalu merilis peringkat universitas terbaik di dunia setiap akhir bulan Januari dan Juli setiap tahun.




