Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Pusat Studi Kebencanaan Unhas Survei Awal Banjir Bandang di Masamba

Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin melakukan survei awal terkait penyebab dan strategi mitigasi banjir yang melanda daerah Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulsel sejak Senin (13/07).

Langkah pertama Pusat Studi Kebencanaan Unhas membentuk tim terpadu guna melakukan kajian awal secara ilmiah tentang penyebab dan strategi mitigasi bencana banjir.

Survei bertujuan untuk mengambil data lapangan, terutama data geomorfologi, litologi atau batuan (kondisi pelapukan), dan struktur geologi serta data hidrogeologi. Tim dipimpin langsung oleh Ketua Pusat Studi Kebencanaan Unhas, Prof. Dr. Eng. Ir. Adi Maulana, ST., M.Phil.,

Prof. Adi Maulana menjelaskan langkah memenuhi kelengkapan data, tim melakukan wawancara dengan beberapa masyarakat terkait dengan kejadian bencana.

Untuk menambah analisis dan mendukung interpretasi, kajian akan dilengkapi dengan analisis peta menggunakan metode GIS yang bersumber dari beberapa peta digital maupun peta-peta tematik lainnya, seperti peta geologi, peta struktur geologi, peta geomorfologi dan peta tata guna lahan.

“Tim telah turun ke lapangan sejak hari Jumat 17 Juli 2020 untuk melakukan pengambilan data. Rencananya akan berada di lapangan selama lima sampai tujuh hari. Selain peninjauan dan pengambilan data di beberapa titik pada tiga daerah aliran sungai yang meluap yaitu Sungai Rongkong, Meli dan Masamba, tim juga melakukan peninjauan ke sungai besar lain di sekitarnya” jelas Prof Adi.

Lebih lanjut, Prof Adi menambahkan tim melakukan pengambilan sampel material sedimen hasil banjir bandang untuk dilakukan penelitian laboratorium tentang asal material sedimen. Hal ini penting untuk menentukan secara ilmiah dari batuan material sedimen berasal.

Dengan mengetahui jenis material sedimen yang terendapkan oleh banjir, maka jenis batuan asalnya akan diketahui dan pada akhirnya dapat memberikan informasi penting tentang penyebab dari terjadinya banjir bandang.

“Saat ini, kami juga mengumpulkan data curah hujan, data iklim dan juga data time series peta digital selama 30 tahun. Hal ini untuk mendapatkan informasi komprehensif tentang apa yang terjadi di daerah terdampak. Data ini akan diolah sebagai sumber informasi seberapa besar pengaruh perubahan iklim global dan apakah terdapat anomali cuaca local yang berpengaruh terhadap siklus banjir, ” sambung Prof Adi.

Berdasarkan pengamatan tersebut, dapat diprediksi dan dilakukan simulasi bagaimana pola banjir kedepannya. Selain melakukan studi untuk mengkaji penyebab, tim Pusat Kebencanaan Unhas juga melakukan kajian awal tentang strategi mitigasi atau pencegahan banjir bandang.

Secara geologi, daerah pedataran Masamba yang melampar sekitar 50 km x 30 km merupakan pedataran banjir dan delta dari beberapa sungai besar yang mengalir dari arah utara. Kondisi ini menyebabkan daerah sangat rawan terhadap bencana banjir, utamanya banjir bandang.

“Banjir seperi ini akan terus terjadi, seiring dengan anomali cuaca yang terjadi akhir-akhir ini akibat pengaruh perubahan iklim global. Konsep mitigasi yang akan dikaji meliputi konsep struktural maupun non struktural. Konsep ini akan menjadi rekomendasi kepada stakeholder, terutama pemerintah, sebagai referensi penanganan banjir,” tambah Prof Adi.

Segera setelah data-data awal ini terkumpul, Pusat Studi Kebencanaan Unhas akan merilis hasil kajian dan memberikan penjelasan secara ilmiah dan akan di presentasekan pada konferensi internasional di Unhas pada bulan Agustus mendatang.(*/mir)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia

Skip to content