Kunjungi situs program studi btkv.med.unhas.ac.id
Tentang Program Studi
Program Studi Bedah Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular dibentuk dengan mempertimbangkan cita-cita atau falsafah Unhas sebagai salah satu universitas terbesar di Indonesia, dan yang terbesar di kawasan timur Indonesia. Falsafah tersebut adalah terdepan dalam berkhidmat bagi bangsa Indonesia, khususnya dalam pembangunan bidang Kesehatan, dalam hal ini dalam pelayanan bedah Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular. Pendidikan dokter spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular merupakan program yang bertujuan membentuk peserta didik menjadi Spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular yang mempunyai rasa tanggung jawab dalam pengamalan ilmu kesehatan sesuai kebijakan pemerintah. Peserta didik dituntut untuk mempunyai pengetahuan yang luas dalam bidang Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular dan mempunyai sikap serta keterampilan yang baik sehingga mampu memecahkan masalah kesehatan secara ilmiah. Peserta didik juga diharapkan dapat menentukan, merencanakan, melaksanakan pendidikan dan penelitian, mengembangkan ilmu ke tingkat akademik yang lebih tinggi serta mengembangkan sikap pribadi sesuai dengan etik ilmu dan etik profesi.
Keunggulan
Program Unggulan Prodi Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular yaitu Prosedur Diagnostik VATS dan Bronkoskopi pada Trauma dan Kegawatan Toraks serta Prosedur Diagnostik Arteriografi pada Trauma Vaskular.
Peminatan
Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular
Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran sebagai berikut :
- Pembelajaran melalui tatap muka baik terjadwal atau tidak, diskusi, presentasi, dan pemberian tugas.
- Penulisan tugas khusus seperti referat (sari pustaka), usulan penelitian, tesis, dan artikel penelitian untuk publikasi.
- Proses magang melalui pendekatan praktik kedokteran berbasis bukti (evidence-based practice) dalam tatalaksana pasien gawat darurat, pasien rawat jalan, dan pasien rawat inap.
- Aktivitas terstruktur seperti klub jurnal, tutorial, kasus kematian, dan sebagainya.
- Prosedur spesialistik melalui pola pembelajaran: “see” and “do” (asistensi, supervisi, mandiri). 6. Pelatihan mengenai pengembangan keterampilan baik dasar maupun lanjutan.
- Pengalaman belajar mengajar melalui pemberian pendidikan kepada mahasiswa kedokteran, dokter layanan primer, dan kepada tenaga kesehatan lain.
- E-learning
- Simulasi untuk kasus yang jarang ditemukan namun penting untuk dipahami. Dalam pelatihan profesi, peserta didik secara progresif akan menerima paparan klinik kasus bedah toraks, kardiak dan vaskular secara terus-menerus, sehingga diperoleh berbagai pengalaman penting yang merupakan bekal bagi pengembangan ilmu dan keterampilan. Dengan pendidikan, pengalaman dan paparan klinik yang mencukupi, peserta didik akan berkembang menjadi seorang ahli yang selalu menjalankan praktik kedokteran berbasis bukti (evidence based practice), pakar dalam ilmu dan keterampilan serta perilaku profesional, sehingga mampu memberikan pelayanan bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan kualitas yang tinggi. Metode pembelajaran peserta didik prodi bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular FK Unhas dirinci sebagai berikut: Tatap Muka, Laporan Kasus, Telaah Jurnal/ Textbook Reading, Deskside Teaching atau Parade, Referat, Visite Besar, Presentasi Ilmiah, Modul/Teknik Operasi, Bedside Teaching (Keterampilan Bedah)
Prospek Karier
Lulusan Prodi Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular diserap oleh rumah sakit untuk memenuhi kekurangan Dokter Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular. Berdasarkan data Kolegium Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular Indonesia pada desember 2021 menunjukan saat ini jumlah Spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular di seluruh Indonesia adalah 171 orang sedangkan jumlah penduduk Indonesia mencapai 270 juta jiwa menurut Data Sensus BPS 2020, sehingga dikatakan bahwa satu spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular melayani (1:1.578.000 orang). Bisa dilihat bahwa perbandingan antara jumlah spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular dan jumlah penduduk Indonesia sangat tidak berimbang. Selain itu, distribusi spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular juga tidak merata. Dari 171 orang spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular di Indonesia, 123 orang berpusat di Pulau Jawa.