MAKASSAR — Penguatan jejaring pendidikan tinggi lintas negara membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik dalam lingkungan pendidikan yang lebih luas. Merespons peluang tersebut, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin menjajaki kerja sama akademik dengan tiga perguruan tinggi di Timor-Leste melalui pengembangan tridarma, utamanya pada program Double Degree/Joint Degree, Student Exchange, serta berbagai kegiatan akademik kolaboratif.
Penjajakan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung pada Kamis (29/10/2026) melalui aplikasi zoom meeting. Pertemuan dipimpin Dekan, Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P., dan difasilitasi Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Dili, Prof. Dr. Tasrifin Tahara, M.Si. Tiga perguruan tinggi yang terlibat yakni Universidade Católica Timorense (UCT), Universidade de Dili (UNDIL), dan Universidade da Paz (Unpaz).
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hamzah Halim menyampaikan, penjajakan ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan internasional sekaligus membangun hubungan akademik yang lebih produktif dengan perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, kerja sama internasional perlu diarahkan pada program yang memberikan pengalaman belajar lintas negara, memperkuat kapasitas akademik, serta membuka peluang kolaborasi bagi mahasiswa dan dosen.
“Kami ingin kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen antarinstitusi. Hal yang lebih penting adalah bagaimana kesepakatan tersebut dapat diterjemahkan ke dalam program nyata, seperti pertukaran mahasiswa, pendidikan bersama, kuliah tamu, hingga kolaborasi penelitian,” jelas Prof. Hamzah.
Dalam pembahasan bersama Universidade Católica Timorense (UCT), peluang kerja sama diarahkan pada pengembangan jalur pendidikan lanjutan bagi lulusan sarjana yang ingin melanjutkan studi ke jenjang Magister (S2) di Universitas Hasanuddin. Pihak UCT menilai perlu adanya mekanisme yang jelas untuk memfasilitasi transisi mahasiswa dari pendidikan sarjana menuju program magister, termasuk persyaratan akademik, pusat informasi, serta akses terhadap skema beasiswa.
Aspek tersebut sebagai salah satu perhatian penting agar peluang melanjutkan pendidikan di Unhas dapat diakses secara lebih terstruktur oleh lulusan UCT. Kejelasan prosedur penerimaan dan informasi pembiayaan diharapkan dapat membantu calon mahasiswa mempersiapkan kebutuhan akademik maupun administratif sebelum mengikuti program pendidikan lanjutan.
Sementara itu, Universidade de Dili (UNDIL) mengusulkan perluasan ruang lingkup kerja sama agar tidak terbatas pada program Double Degree. Kolaborasi juga diharapkan mencakup Student Exchange atau pertukaran mahasiswa serta pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif. Program tersebut dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengenal sistem pendidikan, lingkungan sosial, dan dinamika masyarakat di negara mitra melalui pengalaman belajar secara langsung.
Adapun Universidade da Paz (Unpaz) menekankan pentingnya pertemuan tatap muka (face-to-face meeting) untuk mematangkan aspek teknis dan implementasi kerja sama. Sejumlah program yang berpeluang dikembangkan meliputi seminar bersama, kuliah umum (public lecture), serta program Visiting Professor dengan melibatkan dosen FH Unhas.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Dili, Prof. Dr. Tasrifin Tahara, M.Si., menyambut baik inisiatif FH Unhas dalam memperluas jejaring akademik dengan perguruan tinggi di Timor-Leste. Menurutnya, kolaborasi lintas institusi pendidikan tinggi memiliki peluang besar untuk memperkuat hubungan akademik kedua negara, terutama melalui pembukaan akses pendidikan, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta pengembangan kegiatan ilmiah bersama.
“Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen di Timor-Leste untuk memperoleh pengalaman akademik di lingkungan internasional. Karena itu, penting bagi setiap peluang kolaborasi yang telah dibahas untuk ditindaklanjuti,” jelas Prof. Tasrifin.
Sebagai tindak lanjut, FH Unhas menyepakati beberapa langkah strategis. Tim Kerja Sama FH Unhas akan menyiapkan draf dokumen kerja sama berupa Memorandum of Understanding (MoU) dan/atau Memorandum of Agreement (MoA) untuk disampaikan kepada UCT dan UNDIL. Dokumen tersebut selanjutnya akan ditelaah oleh masing-masing institusi dari aspek hukum dan teknis. Sementara itu, Unpaz telah memiliki MoU dengan Unhas serta MoA bersama FH Unhas.
FH Unhas juga akan menyusun linimasa rencana kunjungan delegasi ke Dili, Timor-Leste. Kunjungan ini diharapkan dapat memfasilitasi pertemuan langsung dengan masing-masing perguruan tinggi sekaligus mematangkan rencana penyelenggaraan Joint Conference bersama UNDIL dan agenda akademik kolaboratif dengan Unpaz.
Pada aspek pendidikan, tim akademik FH Unhas akan merumuskan panduan teknis penerimaan lulusan sarjana UCT yang berminat melanjutkan studi Magister di Unhas. Penyelarasan informasi mengenai kuota dan skema beasiswa untuk jenjang Magister dan Doktor juga akan dilakukan guna memberikan kepastian informasi bagi calon mahasiswa dari perguruan tinggi mitra di Timor-Leste.
Penjajakan ini memperlihatkan peluang pengembangan internasionalisasi FH Unhas melalui pendekatan yang lebih berorientasi pada mobilitas akademik dan penguatan kapasitas institusi. Kolaborasi pendidikan, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta penyelenggaraan kegiatan ilmiah lintas negara diharapkan dapat memperluas ruang pembelajaran sekaligus memperkuat hubungan akademik Indonesia dan Timor-Leste. (*/mir/fh)
Editor : Ishaq Rahman

