Presentasi transformasi kesehatan di depan peserta seminar
Berita Kampus

Guest Lecture Departemen Epidemiologi FKM Unhas Dorong Riset Berdampak bagi Kebijakan Kesehatan

3 Oktober 2026 · 10:48 am ·Staf Humas

Makassar – Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Guest Lecture bertema “Translation Research into Health Policy” pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Dies Natalis FKM Universitas Hasanuddin ke-44 dengan menghadirkan Prof. Asnawi Abdullah, S.KM., MHSM., M.Sc., HPPF., DLSHTM., Ph.D., Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, bapak Ansariadi, SKM., M.Sc.PH., Ph.D., menyampaikan bahwa Guest Lecture menjadi bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis FKM Unhas ke-44. Ia juga menekankan pentingnya publikasi sebagai salah satu hal yang terus didorong di Universitas Hasanuddin.

“Guest Lecture hari ini menjadi rangkaian dari perayaan Dies Natalis FKM UH yang ke-44,” ujar bapak Ansariadi.”

Pada sesi utama, Prof. Asnawi membahas pentingnya menerjemahkan hasil penelitian menjadi kebijakan kesehatan. Menurutnya, riset tidak cukup hanya dipublikasikan, tetapi harus dikomunikasikan kepada pengambil kebijakan agar dapat memberikan dampak nyata.

“Riset berdampak jika dikomunikasikan kepada para pengambil kebijakan,” tegas Prof. Asnawi.

Ia menyoroti adanya kesenjangan antara riset dan kebijakan. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa hanya sekitar 6% hasil riset yang dapat digunakan untuk kebijakan. Salah satu faktor penghambatnya adalah kurangnya keterhubungan antara peneliti atau pihak kampus dengan pengambil kebijakan. Karena itu, peneliti perlu memahami proses pembuatan kebijakan dan permasalahan yang diteliti secara mendalam agar rekomendasi yang dihasilkan tepat sasaran.

Prof. Asnawi juga menjelaskan pentingnya policy modeling dalam memperkirakan dampak kebijakan sebelum diimplementasikan. Pemodelan memungkinkan pengambil kebijakan memprediksi berbagai kemungkinan dampak dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan berdasarkan data yang tersedia.

Selain itu, ia menekankan perlunya penelitian yang responsif terhadap perubahan masalah kesehatan masyarakat, termasuk meningkatnya perhatian terhadap kelompok lansia dan beban penyakit tidak menular.

Perkembangan teknologi juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Menurut Prof. Asnawi, penguasaan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu kemampuan yang semakin penting dalam mendukung riset dan kebijakan kesehatan. “Di masa sekarang, skill AI yang kuat menjadi sebuah kekuatan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu melihat riset bukan hanya sebagai publikasi ilmiah, tetapi sebagai pengetahuan yang dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.

Guest Lecture Departemen Epidemiologi FKM Unhas Dorong Riset Berdampak bagi Kebijakan Kesehatan
Guest Lecture Departemen Epidemiologi FKM Unhas Dorong Riset Berdampak bagi Kebijakan Kesehatan
Bagikan Facebook X WhatsApp