Praktik Belajar Lapangan I (PBL I) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) resmi dimulai di Kelurahan Labessi, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng. Seminar awal yang digelar sebagai pembuka kegiatan mempertemukan mahasiswa dengan pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Kegiatan ini menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk mengenali kondisi kesehatan masyarakat melalui pengumpulan data dan penggalian persoalan kesehatan di tingkat komunitas. Informasi lapangan tersebut selanjutnya akan digunakan dalam tahapan PBL berikutnya, mulai dari pemetaan aset hingga penyusunan intervensi bersama masyarakat.
Plt. Lurah Labessi, Mursin, S.I.P., menyampaikan sambutan atas kehadiran mahasiswa FKM Unhas. Ia berharap masyarakat dapat membuka ruang kolaborasi selama kegiatan berlangsung.
“Kami dari pihak kelurahan menyambut dengan hangat mahasiswa FKM Unhas. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan masyarakat bisa terbuka untuk bekerja sama,” ujarnya.
Mursin juga menyampaikan kesiapan Puskesmas untuk mendukung kegiatan mahasiswa selama berada di wilayah Labessi.
Supervisor Posko Kelurahan Labessi, Indra Dwinata, SKM., MPH, menjelaskan bahwa PBL FKM Unhas berlangsung melalui tiga tahapan yang saling berkaitan. PBL I berfokus pada pendataan dan penggalian masalah kesehatan. Tahap PBL II diarahkan pada mapping aset serta penyusunan strategi pemecahan masalah, sedangkan PBL III mencakup pelaksanaan intervensi dan evaluasi bersama masyarakat.
“PBL 1 difokuskan pada pendataan dan penggalian masalah kesehatan, PBL 2 merupakan fase pemetaan aset (mapping aset) dan menentukan strategi pemecahan masalah, sedangkan PBL 3 mencakup intervensi dan evaluasi bersama masyarakat berdasarkan hasil pemetaan aset,” jelasnya.
Indra berharap mahasiswa dapat menjalankan proses pembelajaran lapangan secara optimal serta membangun hubungan kerja yang baik dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di Kelurahan Labessi.
Koordinator Posko Mahasiswa Kelurahan Labessi, Aisyah Fitriani Ramadhan T.M., menyampaikan apresiasi atas penerimaan masyarakat terhadap mahasiswa FKM Unhas.
“Kami sangat bersyukur diterima dengan baik oleh masyarakat Labessi. Kami berharap bisa berkontribusi dalam upaya perbaikan kesehatan masyarakat bersama-sama,” tuturnya.
Dukungan juga disampaikan Kepala UPTD Puskesmas Takalala, Ainudin, S.Kep., Ns. Ia menyatakan kesiapan Puskesmas untuk mendampingi mahasiswa dalam proses pengumpulan data hingga penyusunan rencana intervensi.
“Kalau adik-adik membutuhkan data atau ingin diskusi, kami dari Puskesmas sangat terbuka. Silakan datang langsung. Kita bisa menentukan langkah intervensi bersama,” tegasnya.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk memahami persoalan kesehatan dari perspektif masyarakat dan layanan kesehatan. Data yang dikumpulkan melalui PBL I diharapkan dapat menggambarkan kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih kontekstual, termasuk potensi lokal yang dapat mendukung penyelesaian masalah.
Pelaksanaan PBL I FKM Unhas di Kelurahan Labessi juga sejalan dengan Asta Cita ke-4 yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, sains, dan teknologi sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.
Melalui pembelajaran berbasis komunitas, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam mengidentifikasi masalah kesehatan sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan. Proses tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang kehidupan sehat dan kesejahteraan.
Editor : Ishaq Rahman