Berita Fakultas

TEP Unhas di Fakfak Gelar Pelatihan Bisnis, Peserta Jalan Kaki 8 Kilometer Setiap Hari

29 September 2026 · 12:15 pm ·Staf Humas

FAKFAK – Semangat mengikuti pelatihan membawa 17 calon agen usaha lokal di Kawasan Transmigrasi Weri-Saharey, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, berjalan kaki sejauh delapan kilometer setiap hari. Selama lima hari, mereka menempuh perjalanan tersebut untuk mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Bisnis Terintegrasi yang digelar Tim Ekspedisi Patriot Kelompok 11 Universitas Hasanuddin.

Pelatihan diikuti oleh 36 peserta yang telah melalui proses seleksi bertahap. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas calon agen usaha lokal agar mampu mendampingi dan mengembangkan unit usaha masyarakat di tiga pilar ekonomi Kawasan Transmigrasi Weri-Saharey.

Bagi peserta dari Kampung Saharey, jarak bukan menjadi alasan untuk berhenti belajar. Setiap hari, mereka berjalan kaki sekitar satu jam menuju lokasi pelatihan di Kampung Weri. Salah seorang peserta, Jefri Junaldi Fuad, mengatakan perjalanan tersebut justru menjadi bagian dari semangatnya mengikuti pelatihan.

“Walaupun setiap hari harus menghabiskan kurang lebih satu jam berjalan kaki untuk sampai di lokasi pelatihan, saya tetap menjalaninya dengan semangat. Karena bagi saya, pelatihan ini sangat bermanfaat,” kata Jefri.

Para peserta yang berasal dari kelompok Pemuda Kampung Weri dan Saharey memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Sebagian besar belum pernah menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Meski demikian, mereka mengikuti materi pelatihan yang cukup menantang dengan antusias.

Pelatihan dirancang tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga menggunakan pendekatan project-based learning. Pendekatan ini diterapkan untuk mendorong peserta memahami persoalan usaha secara langsung sekaligus melatih kemampuan mereka dalam merancang solusi yang dapat diterapkan di lapangan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TEP 11 Unhas menindaklanjuti arahan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Dr. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, S.H., M.A., agar program Transmigrasi Patriot tidak berhenti pada laporan penelitian dan kegiatan lapangan, tetapi mampu menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Selama lima hari, peserta dibekali lima kompetensi utama, yakni:

  • Business Diagnostic,
  • Practical Improvement Design,
  • Mentoring and Facilitation,
  • Market and Resource Linkage,
  • Monitoring and Sustainability.

Materi disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan praktik mandiri. Kompetensi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk melakukan identifikasi persoalan usaha, merancang perbaikan, melakukan pendampingan, membangun jejaring pasar dan sumber daya, hingga memastikan keberlanjutan usaha masyarakat.

Psikolog industri dan organisasi sekaligus dosen Unhas, Suryadi Tandiayuk, merupakan salah satu pemateri dalam pelatihan. Sementara itu, pemahaman mengenai perilaku komunikasi dan teknik mentoring diberikan melalui dialog interaktif bersama ahli psikologi konseling, Asma.

Peserta juga mendapatkan materi analisis pasar dari praktisi agroindustri sekaligus dosen Politeknik Negeri Fakfak, Maryati. Menurutnya, masyarakat Weri-Saharey memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi lokal, salah satunya melalui pengolahan buah pala.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Saya lihat banyak kompetensi yang dimiliki oleh masyarakat Weri-Saharey, utamanya dalam pengolahan buah pala,” kata Maryati.

Ketua TEP 11 Unhas, Hillman Wirawan, mengatakan pelatihan yang berlangsung di Gedung SMP Negeri Fakfak Timur pada Senin – Jum’at, (tanggal 7 hingga 11 September 2026) lalu tersebut dapat berdampak pada upaya membangun kekuatan dan keberlanjutan usaha lokal di Kawasan Transmigrasi Weri-Saharey.

Menurutnya, keberadaan agen usaha lokal diharapkan berperan sebagai agen penghubung yang membantu masyarakat mengembangkan potensi usaha, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga menghubungkan usaha dengan pasar dan sumber daya yang tersedia.

“Semoga ke depannya dapat menghasilkan 36 agen usaha lokal tersertifikasi yang siap mendampingi unit usaha masyarakat,” harap Hillman.

Melalui pelatihan tersebut, TEP 11 Unhas tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan bisnis, tetapi juga menyiapkan sumber daya lokal yang diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pengembangan ekonomi masyarakat Weri-Saharey.(*/ams)

Editor : Ishaq Rahman

Peserta pelatihan bisnis berfoto bersama di ruang kelas
Instruktur memberi pelatihan kepada peserta di ruang kelas
Bagikan Facebook X WhatsApp