
Guru yang terus belajar
Setiap 5 Oktober, dunia memperingati Hari Guru Sedunia; tahun ini menandai 60 tahun Rekomendasi ILO/UNESCO tentang Status Guru. Di Universitas Hasanuddin, mengajar berarti terus belajar, dari mimbar guru besar hingga bersama para guru sekolah di Bulukumba dan Fakfak.
Gagasan dari mimbar guru besar
Hukum yang melindungi
Lima guru besar Fakultas Hukum yang dikukuhkan 28 September 2026 mengkaji korupsi sebagai pelanggaran hak asasi manusia, perlindungan anak yang berkonflik dengan hukum, tata kelola Bank Tanah, hingga regulasi dokter asing.

Dari saluran akar hingga lebah madu
Lima guru besar yang dikukuhkan 26 Agustus 2026 memaparkan riset tentang bakteri saluran akar gigi, bahan alam untuk penyakit periodontal, biomaterial endodontik, lebah madu, hingga sastra Australia sebagai ruang dialog budaya.

Kesantunan Bugis hingga kemasan yang bisa dimakan
Prof. Kamsinah mengajukan Value-Saving Model of Politeness dari data budaya Bugis, sementara tiga guru besar Fakultas Teknologi Pertanian meneliti teknologi pascapanen beras, alat dan mesin pertanian, serta edible packaging.

Geo-AI dan padi lokal
Empat guru besar yang dikukuhkan 11 Mei 2026 membawa gagasan dari Geo-AI untuk pembangunan berkelanjutan, bioteknologi padi lokal Sulawesi Selatan, etika kedokteran gigi estetik, hingga kesehatan mulut anak.

Internet untuk pendidikan
Prof. Muhammad Niswar, operator jaringan pertama SOI Asia di Unhas sejak 2002, meraih Suguru Yamaguchi Memorial Award 2026; ia juga berperan merumuskan kurikulum regional dan melatih internet engineer lintas negara lewat program APIE.

Menyiapkan pengajar berikutnya

44 dosen muda, dibebastugaskan untuk belajar
Unhas membebastugaskan sementara 44 dosen muda jenjang magister dari kewajiban mengajar dan administrasi agar fokus mengikuti pelatihan IELTS intensif, bekal menuju studi doktoral di kampus-kampus terbaik dunia. “Program ini merupakan bentuk keberpihakan universitas kepada dosen muda agar mereka memiliki kesempatan lebih besar melanjutkan studi doktoral di luar negeri,” kata Rektor Prof. Jamaluddin Jompa.
42 dosen muda bersiap ke S3
Setelah placement test yang diikuti 114 peserta, 42 dosen muda lintas fakultas mengikuti workshop persiapan studi S3 dan beasiswa LPDP.

Ke Australia untuk sistem pangan
Jamaluddin Fitrah Alam, Ph.D., dosen Ilmu Kelautan, terpilih mewakili Indonesia dalam program kepemimpinan ASEAN–Australia tentang sistem pangan bersama peserta dari 12 negara.

Ilmu kebencanaan di Tohoku
Saaduddin, Ph.D., dosen Geofisika, mengikuti APRU Multi-Hazards Summer School 2026 di Tohoku University bersama sekitar 50 peserta dari lebih dari 20 negara.


Kampus yang belajar dari sekolah
Di UPT SDN 5 Appasarenge, Bulukumba, tim Fakultas Keperawatan mengajak 50 siswa kelas IV–VI bermain game secara sehat dan bertanggung jawab lewat program G-STAMP, dihadiri kepala sekolah dan para guru. Di Fakfak Timur, Tim Ekspedisi Patriot memperkenalkan Solar Learning Kit kepada guru SD Weri, SD Saharey, dan SMP Fakfak Timur, lalu mendengar langsung bahwa internet di salah satu sekolah hanya bisa dipakai sekitar pukul 09.00–11.00 karena bergantung pada listrik tenaga surya.
Cara belajar yang berubah

20 SKS di luar program studi
Dalam Kurikulum 2023, Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK) mewajibkan mahasiswa menempuh 20 SKS, atau 10 SKS untuk rumpun kesehatan, di luar program studinya, termasuk di luar universitas.

Berlatih bicara dengan FLOW Speak
Unhas mengintegrasikan aplikasi FLOW Speak ke mata kuliah Bahasa Inggris; pada 2025, 28 dari 70 kelas Bahasa Inggris memakainya untuk melatih kemampuan berbicara mahasiswa.

Teaching factory untuk SMK perikanan
Fakultas Vokasi dan BPPMPV KPTK menyiapkan kerja sama penguatan Teaching Factory di SMK bidang perikanan, termasuk pengolahan produk seperti ikan marinasi.


