Tim Ekspedisi Patriot Unhas Dorong Mahalona Jadi Kawasan Potensial melalui Pelatihan WebGIS
Berita Kampus

Tim Ekspedisi Patriot Unhas Dorong Mahalona Jadi Kawasan Potensial melalui Pelatihan WebGIS

25 Oktober 2026 · 5:28 pm ·Humas Unhas

LUWU TIMUR – Pengembangan potensi wilayah membutuhkan data yang akurat dan mudah diakses sebagai dasar perencanaan pembangunan. Untuk mendukung upaya tersebut, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar pelatihan Web Geographic Information System (WebGIS) sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat di Kawasan Transmigrasi Mahalona.

Kegiatan ini melibatkan kepala desa dan perwakilan masyarakat dari Desa Libukan Mandiri, Desa Kalosi, Desa Buangin, dan Desa Mahalona, serta tim pengelola TEP Unhas. Pelatihan mengintegrasikan pengenalan teknologi geospasial dengan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat untuk mendukung pemetaan potensi lokal dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot Mahalona, Ir. Regita Faridatunisa Wijayanti, menjelaskan bahwa WebGIS memungkinkan informasi mengenai kondisi dan potensi kawasan diakses secara digital oleh pemerintah, investor, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Melalui sistem WebGIS ini, kami berharap investor, pemerintah, maupun para pemangku kepentingan dapat melihat dan mengakses informasi mengenai Kawasan Transmigrasi Mahalona secara lebih mudah tanpa harus datang langsung ke kawasan. Dengan begitu, potensi dan peluang pengembangan yang ada di Mahalona dapat diketahui secara lebih luas,” jelas Regita.

Melalui peta digital, informasi mengenai lahan pertanian, persebaran komoditas unggulan, aksesibilitas, dan infrastruktur pendukung dapat disajikan secara terstruktur. Informasi ini berpotensi menjadi referensi awal untuk perencanaan pembangunan, pengembangan agribisnis, serta penjajakan kerja sama dan investasi.

“Pelatihan WebGIS ini merupakan langkah positif untuk membantu masyarakat mengenali dan menyajikan potensi wilayah secara lebih sistematis. Kami berharap pengetahuan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan, sehingga informasi yang tersedia bisa mendukung perencanaan pembangunan, pengembangan sektor pertanian, dan penjajakan peluang kerja sama maupun investasi,” jelas Regita.

Salah seorang perwakilan masyarakat, Syarifuddin, berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan untuk mendukung kemajuan kawasan.

“Harapannya, ilmu yang telah diberikan kepada masyarakat Mahalona, seperti pelatihan WebGIS ini, bisa kami implementasikan dan kembangkan ke depannya. Dengan begitu, pengetahuan yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Mahalona,” jelas Syarifuddin.

Keberlanjutan pemanfaatan WebGIS bergantung pada akurasi data, pembaruan informasi secara berkala, dan pengelolaan yang konsisten. Karena itu, kolaborasi masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar teknologi ini dapat mendukung perencanaan pembangunan dan memperluas pengenalan potensi Kawasan Transmigrasi Mahalona.

Kegiatan penguatan kapasitas masyarakat dan pelatihan WebGIS ini berlangsung mulai 25 Oktober 2026 di Kawasan Transmigrasi Mahalona, Kabupaten Luwu Timur. (*/mir/rgt)

Editor : Ishaq Rahman

Tim Ekspedisi Patriot Unhas Dorong Mahalona Jadi Kawasan Potensial melalui Pelatihan WebGIS
Tim Ekspedisi Patriot Unhas Dorong Mahalona Jadi Kawasan Potensial melalui Pelatihan WebGIS
Bagikan Facebook X WhatsApp