MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperkuat komitmennya terhadap kelestarian lingkungan melalui strategi pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pengelolaan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan di lingkungan kampus, tetapi juga mendorong pemilahan, pemanfaatan kembali, daur ulang, hingga pengolahan sampah organik sebagai bagian dari penerapan prinsip ekonomi sirkular.
Salah satu pilar utama strategi tersebut adalah Bank Sampah Pusat Unhas di Kampus Tamalanrea. Sejak didirikan pada Februari 2023, fasilitas yang tergabung dalam jaringan Bank Sampah Induk Kota Makassar ini secara aktif mengumpulkan dan mencatat sampah daur ulang yang telah dipilah. Sistem tersebut memberikan ruang bagi sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna untuk kembali masuk ke dalam rantai pemanfaatan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para kontributor.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian penting dari upaya Unhas membangun budaya keberlanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
“Pengelolaan sampah tidak boleh hanya kita lihat sebagai persoalan kebersihan. Ini adalah bagian dari bagaimana kita membangun budaya dan sistem kampus yang berkelanjutan. Karena itu, Unhas terus mendorong agar sampah dipilah, dimanfaatkan, dan diolah sedekat mungkin dengan sumbernya. Kita ingin setiap bagian dari proses ini memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus bagi masyarakat,” ujar Prof. JJ.
Pendekatan tersebut memberikan dampak yang lebih luas terhadap pengelolaan lingkungan kampus. Pemilahan sampah sejak dari sumber membantu memisahkan material yang masih memiliki nilai guna dari sampah residu, sehingga sampah yang berpotensi didaur ulang tidak langsung berakhir sebagai limbah. Pada saat yang sama, mekanisme bank sampah membuka peluang bagi sivitas akademika untuk melihat sampah sebagai material yang memiliki nilai ekonomi dan dapat kembali dimanfaatkan.
Memperkuat Pengelolaan Sampah Organik
Strategi pengelolaan sampah Unhas juga mencakup sampah organik, khususnya sisa makanan, dedaunan, dan limbah taman. Pendekatan ini penting karena sebagian besar material organik dapat dikembalikan ke dalam siklus alami melalui proses pengomposan dan pemanfaatan kembali.
Salah satu praktik tersebut diterapkan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) melalui sistem closed-loop. Dedaunan, sisa taman, dan limbah organik dari lingkungan kantin diolah menjadi kompos. Hasil pengolahan kemudian digunakan kembali untuk mendukung penghijauan area kampus.
Siklus tersebut mengurangi kebutuhan untuk membuang material organik keluar dari kawasan kampus sekaligus menghasilkan sumber bahan organik yang dapat dimanfaatkan kembali untuk pemeliharaan lingkungan. Dengan pola ini, pengelolaan sampah tidak berhenti pada tahap pembuangan, tetapi bergerak menuju sistem yang memungkinkan sumber daya terus berputar di dalam lingkungan kampus.
Upaya pengelolaan sisa makanan juga telah melibatkan sekitar 100 kantin yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas bank sampah. Keterlibatan ratusan unit usaha tersebut memperluas cakupan pengelolaan sampah dari fasilitas tertentu ke titik-titik produksi sampah yang tersebar di lingkungan kampus.
Memperkuat Kesadaran dan Pengawasan Lingkungan
Langkah pelestarian lingkungan Unhas turut diperkuat melalui pemantauan polusi plastik oleh Marine Plastic Research Group. Aktivitas tersebut memberikan dukungan berbasis pengetahuan terhadap upaya memahami keberadaan dan dampak sampah plastik, khususnya pada ekosistem pesisir dan laut.
Di sisi lain, Unhas juga aktif memperluas edukasi publik mengenai persoalan sampah. Kampus Tamalanrea, misalnya, menjadi lokasi peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2025 pada 15 Maret 2025. Kegiatan tersebut memperluas ruang dialog mengenai pentingnya pengurangan sampah dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Dengan menggabungkan pengelolaan di tingkat fasilitas, riset, edukasi, serta keterlibatan sivitas akademika, Unhas membangun pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penanganan sampah setelah dihasilkan, tetapi juga pada pencegahan dan perubahan perilaku sejak dari sumbernya.
Kolaborasi Internasional Dorong Inovasi
Penguatan sistem pengelolaan sampah juga dilakukan melalui kerja sama internasional. Unhas menjalin kolaborasi dengan Okayama University, Jepang, untuk mengeksplorasi dan mengembangkan inovasi dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan teknologi dalam mengembangkan pendekatan pengelolaan sampah yang lebih efektif. Pengetahuan yang diperoleh melalui kerja sama akademik dapat mendukung pengembangan solusi yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar.
Rangkaian upaya tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah di Unhas tidak berdiri sebagai program yang terpisah, melainkan terhubung dengan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola kampus, serta kerja sama internasional.
Pada akhirnya, dampak yang dituju tidak hanya berupa lingkungan kampus yang lebih bersih. Sistem yang terintegrasi diharapkan mampu mengurangi sampah yang berakhir sebagai residu, meningkatkan pemanfaatan kembali material, menciptakan nilai ekonomi dari sampah yang dipilah, serta membangun kebiasaan baru di kalangan sivitas akademika.
Melalui strategi tersebut, Unhas terus mengembangkan ekosistem kampus yang menerapkan prinsip ekonomi sirkular, dengan menempatkan sampah sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai dan dapat dikembalikan ke dalam siklus pemanfaatan. Pendekatan ini sekaligus memperkuat peran Unhas dalam mendorong praktik keberlanjutan yang dapat diterapkan tidak hanya di dalam kampus, tetapi juga diperluas ke masyarakat.