
Tempat ilmu baru lahir
Universitas Hasanuddin adalah universitas riset. Di laboratorium, di laut, dan di lapangan, para penelitinya menekuni pertanyaan yang penting bagi Indonesia dan dunia, dan kian sering membawa jawabannya keluar dari laboratorium hingga dipakai sehari-hari.
Pertanyaan di garis depan
Padi untuk sawah asin dan kering
Pemulia padi Dr. Muhammad Fuad Anshori mengembangkan galur padi yang toleran terhadap salinitas dan kekeringan dengan memadukan teknologi doubled haploid dan teknik mutasi; dalam pengujian, galurnya menghasilkan sekitar 6 ton per hektare pada kondisi salinitas dan kekeringan tinggi.

Gunung laut di Laut Sulawesi
Dr. Jamaluddin Fitrah Alam dan tim Unhas mengambil sampel air dan sedimen dari gunung laut di kedalaman 4.000 meter di atas kapal riset R/V OceanXplorer, dalam misi laut dalam OceanX dan BRIN yang datanya diharapkan memperkuat dasar ilmiah rancangan Kawasan Konservasi Laut Nasional.

Meramal daerah aliran sungai dengan AI
Dewan Riset Nasional Spanyol (CSIC) mendanai proposal kelompok riset tematik GIS Land Use untuk membangun kerangka prakiraan 20 tahun bagi sistem daerah aliran sungai dan pesisir tropis, dengan explainable AI dan data penginderaan jauh.

Lalat buah sebagai model penyakit
Unhas Fly Research Group memakai lalat buah Drosophila melanogaster sebagai model riset kanker dan penyakit lain, bermitra dengan The University of Queensland dan University of Cambridge; outreach 2026-nya diikuti 13 dosen dari 11 universitas lain.

Tsunami dari letusan gunung api
Saaduddin, Ph.D., dosen Geofisika, memodelkan tsunami yang dipicu aliran piroklastik Gunung Awu di Kepulauan Sangihe, yang letusannya pada 1856 dan 1892 disertai tsunami, lalu memaparkannya di AOGS 2026 di Fukuoka, Jepang.


Dana yang harus dimenangkan
Pada 2026, 201 proposal Unhas lolos pendanaan BIMA Kemdiktisaintek dari 1.177 yang diajukan, dan Unhas menempati peringkat keenam nasional untuk pendanaan penelitian multitahun lanjutan. Sebelas periset Unhas menembus seleksi ketat pendanaan RIIM BRIN, dan 67 proposal dari 12 fakultas meraih Rp31,3 miliar untuk membawa hasil riset ke industri.
Dari laboratorium ke pasar

Gula aren dalam separuh waktu
Saat Prof. Syahidah dari Fakultas Kehutanan mulai meneliti gula aren pada 2016, belum ada standar mutu gula aren yang diproduksi dan beredar di Sulawesi Selatan. Kini tim penelitinya menghasilkan empat inovasi produk gula aren dan teknologi yang memangkas waktu pembuatan gula aren serbuk dari tujuh–delapan jam menjadi sekitar tiga setengah hingga empat jam.
15 produk kantongi izin edar
Lima belas produk hasil penelitian dosen mengantongi izin edar BPOM; Unhas menargetkan sekitar 200 produk inovasi lain menyusul tahun ini.

Wakil rektor untuk inovasi
Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha yang baru, Prof. Amir Ilyas, bertugas membangun jembatan antara laboratorium, dunia industri, dan masyarakat.

Sains untuk industri
Unhas dan PT Semen Tonasa meneken nota kesepahaman untuk mendorong inovasi berbasis sains yang menjawab kebutuhan industri dan mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk beasiswa bagi warga wilayah Ring 1 perusahaan.

Orang-orang di balik riset

Di antara ilmuwan paling berpengaruh dunia
Tujuh guru besar Unhas, dari farmakologi, fisika material, penghantaran obat, teknologi hasil pertanian, riset sinyal, kesehatan lingkungan, hingga sastra Inggris, masuk daftar World’s Top 2% Scientists 2025 versi Stanford University dan Elsevier, naik dari enam ilmuwan setahun sebelumnya.

Mahasiswa pascasarjana dari 14 negara
Unhas menerima 2.462 mahasiswa baru pascasarjana tahun akademik 2026/2027 dari 4.308 peminat, termasuk 81 mahasiswa asing dari 14 negara.

Sekitar 300 kelompok riset
Unhas telah membentuk sekitar 300 Thematic Research Group dan bersama BRIN menguatkan Pusat Kolaborasi Riset sebagai wadah talenta riset nasional.
Temukan peneliti
Profil setiap peneliti
Discover Unhas, etalase peneliti Universitas Hasanuddin, memuat lebih dari 2.500 peneliti, masing-masing dengan publikasi, sitasi, dan bidang risetnya, termasuk Prof. Firzan Nainu dan Prof. Dahlang Tahir, dua dari tujuh ilmuwan Unhas di daftar 2% ilmuwan teratas dunia.
17.000 publikasi, terpetakan ke SDGs
Telusuri lebih dari 17.000 publikasi dan karya ilmiah terindeks menurut judul, penulis, atau konsep, atau jelajahi menurut Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dari tanpa kelaparan hingga ekosistem lautan.
Ditulis bersama dunia
Peta kolaborasi menunjukkan negara asal mitra penulis peneliti Unhas; Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Malaysia berada di urutan teratas.
18 unit riset
Direktori 18 unit riset memetakan bidang yang paling berbobot dalam riset Unhas, dari biologi dan kedokteran hingga ilmu komputer dan teknik.


