MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperkuat sistem transportasi kampus yang berkelanjutan melalui pengembangan infrastruktur Green Pathway (Jalur Hijau). Fasilitas ini dirancang untuk mendukung mobilitas aktif sivitas akademika sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor di lingkungan kampus.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Unhas telah membangun dan mengoperasikan jalur sepeda khusus sepanjang 6,41 kilometer yang tersebar di Kampus Tamalanrea dan Kampus Gowa. Kehadiran jalur ini memberikan alternatif mobilitas bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk melakukan perjalanan antarfasilitas kampus tanpa harus selalu menggunakan kendaraan bermotor.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur mobilitas aktif merupakan bagian dari komitmen Unhas dalam membangun lingkungan kampus yang lebih ramah lingkungan.
“Pengembangan Green Pathway merupakan bagian dari komitmen Unhas untuk terus memperkuat kampus yang berkelanjutan. Kita ingin menciptakan lingkungan yang mendorong sivitas akademika untuk berjalan kaki, bersepeda, dan menggunakan transportasi yang lebih ramah lingkungan. Upaya ini tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga dengan perubahan perilaku dan budaya mobilitas di lingkungan kampus,” ujar Prof. JJ.
Fasilitas Pejalan Kaki yang Terintegrasi dan Nyaman
Selain jalur sepeda, Unhas menyediakan jaringan jalur pejalan kaki dengan total panjang mencapai 14,33 kilometer. Infrastruktur tersebut tersebar di dua kawasan kampus, yakni 8,827 kilometer di Kampus Tamalanrea dan 5,505 kilometer di Kampus Gowa.
Jalur pedestrian tersebut dirancang untuk memberikan akses yang lebih aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Sebagian besar rute dilengkapi jalur hijau berupa pepohonan peneduh yang membantu mengurangi paparan panas sekaligus memperbaiki kualitas ruang terbuka kampus.
Di Kampus Gowa, jaringan pedestrian juga dirancang dengan konektivitas antarkoridor gedung. Integrasi tersebut memudahkan sivitas akademika berpindah dari satu fasilitas ke fasilitas lainnya dengan berjalan kaki serta memberikan perlindungan dari paparan cuaca langsung pada sejumlah bagian jalur.
Mengurangi Emisi dan Mendorong Perubahan Perilaku
Ketersediaan jalur sepeda dan pedestrian memberikan dampak langsung terhadap pola mobilitas di lingkungan kampus. Semakin banyak perjalanan jarak pendek yang dapat dilakukan dengan berjalan kaki atau bersepeda, semakin kecil ketergantungan terhadap kendaraan bermotor untuk mobilitas internal kampus.
Perubahan tersebut turut berkontribusi pada upaya pengurangan emisi karbon dari sektor transportasi. Selain tidak menghasilkan emisi gas buang saat digunakan, mobilitas aktif juga dapat mengurangi kebutuhan konsumsi bahan bakar kendaraan untuk perjalanan jarak pendek.
Dampaknya tidak hanya bersifat ekologis. Lingkungan yang lebih mendukung aktivitas berjalan kaki dan bersepeda dapat mendorong sivitas akademika untuk lebih aktif secara fisik, mengurangi kepadatan kendaraan di area kampus, serta menciptakan ruang publik yang lebih nyaman untuk berinteraksi.
Dengan demikian, Green Pathway tidak sekadar berfungsi sebagai fasilitas transportasi, tetapi turut mendukung perubahan budaya mobilitas di lingkungan perguruan tinggi. Infrastruktur yang tersedia memberikan pilihan yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat kesadaran sivitas akademika mengenai pentingnya mengurangi jejak karbon dalam aktivitas sehari-hari.
Mendukung Pencapaian SDGs
Pengembangan Green Pathway juga memperkuat kontribusi Unhas terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Inisiatif ini memiliki keterkaitan khusus dengan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penyediaan sistem mobilitas yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan, serta SDG 13 (Climate Action) melalui upaya pengurangan emisi dari aktivitas transportasi. Pengembangan ruang hijau dan peningkatan kualitas lingkungan kampus juga mendukung agenda keberlanjutan yang lebih luas, termasuk SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui dorongan terhadap aktivitas fisik dan lingkungan yang lebih sehat.
Melalui pengembangan infrastruktur tersebut, Unhas terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam tata kelola dan kehidupan kampus. Green Pathway memperlihatkan bahwa transformasi menuju kampus rendah emisi tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi juga melalui penyediaan infrastruktur yang memungkinkan sivitas akademika menerapkan pola hidup dan mobilitas yang lebih berkelanjutan dalam keseharian.




