General

Unhas Kembangkan Benih Nila Berkualitas di Kampus Tamalanrea, Dorong Hilirisasi Riset Perikanan

September 10, 2025 · 12:52 ·dikmawa dikmawa

MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) terus mengembangkan inovasi di bidang perikanan melalui pengembangan benih ikan nila di lingkungan Kampus Tamalanrea. Pengembangan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemanfaatan fasilitas budidaya dan hatchery Unhas untuk mendukung riset, penelitian, sekaligus mendorong hasil inovasi agar dapat dihilirkan kepada mitra.

Benih nila yang dikembangkan Unhas memiliki kualitas yang cukup baik, termasuk dari aspek pertumbuhan dan rasa. Salah satu keunggulannya adalah pertumbuhan yang relatif lebih cepat sehingga dapat dipanen dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan pada sistem budidaya tambak. Sementara itu, untuk kolam komersial, masa pemeliharaan dapat mencapai sekitar lima hingga enam bulan.

Kepala Pengelola Penetasan Ikan (Hatchery) Unhas, Ismail, menjelaskan bahwa pengembangan benih nila dilakukan secara berkelanjutan melalui fasilitas kolam yang berada di lingkungan Unhas Kampus Tamalanrea. Pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan penelitian, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas bersama mitra.

“Benih nila yang kita kembangkan memiliki pertumbuhan yang cukup cepat dan kualitas rasa yang baik. Dari sisi ketahanan fisik juga cukup bagus, sehingga potensial untuk dikembangkan lebih lanjut,” ujar Ismail.

Menurutnya, pengembangan benih dilakukan melalui proses pemeliharaan dan pengujian di kolam Unhas. Dalam satu siklus panen, produksi dapat mencapai sekitar 1.000 hingga 2.000 ekor, tergantung pada kondisi dan kapasitas kolam yang digunakan.

“Pengembangannya dilakukan di kolam Unhas. Hasilnya selain mendukung kegiatan riset dan penelitian, juga diharapkan dapat dihilirkan kepada mitra sehingga manfaatnya bisa lebih luas,” tambah Ismail.

Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Mahatma Lanuru, ST., M.Sc., menyampaikan bahwa pengembangan komoditas perikanan di lingkungan kampus merupakan bagian dari upaya menjadikan fasilitas dan sumber daya yang dimiliki Unhas sebagai ruang pengembangan inovasi yang memberikan manfaat nyata.

“Pengembangan benih ikan nila ini merupakan salah satu bentuk bagaimana riset di Unhas dapat diarahkan pada produk yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi. Kita ingin hasil penelitian tidak berhenti pada aspek akademik, tetapi dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat maupun mitra,” jelas Prof. Mahatma.

Ia menambahkan bahwa pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari ekosistem riset dan hilirisasi yang terus didorong Unhas, khususnya dalam bidang kelautan dan perikanan. Fasilitas yang tersedia di kampus dapat dimanfaatkan sebagai ruang pengujian, pengembangan teknologi budidaya, serta peningkatan kualitas komoditas perikanan.

“FIKP Unhas akan terus mendorong pengembangan inovasi perikanan yang berbasis pada hasil penelitian dan kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, inovasi yang dikembangkan dapat memiliki keberlanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas,” lanjutnya.

Pengembangan benih nila di Kampus Tamalanrea menunjukkan komitmen Unhas dalam menghubungkan riset dengan pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan. Melalui pengembangan benih, pengujian kualitas dan pertumbuhan, hingga hilirisasi kepada mitra, inovasi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14: Life Below Water, melalui pengembangan sumber daya perikanan dan praktik budidaya yang mendukung keberlanjutan ekosistem perairan. Inisiatif ini juga berkontribusi pada SDG 2: Zero Hunger melalui pengembangan sumber pangan berbasis perikanan . (*/aya)

Editor: Ishaq Rahman

Share Facebook X WhatsApp