
Warisan di setiap helai
Setiap 2 Oktober, Indonesia merayakan batik, warisan budaya takbenda yang diakui UNESCO sejak 2009. Di Universitas Hasanuddin, wastra Nusantara, dari sutra Wajo hingga tenun Bira, terus hidup lewat riset, pengabdian, dan karya mahasiswa.
Motif lama, rancangan baru

Lippa Sabbe di logo PIMNAS
Logo Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 yang diluncurkan Unhas sebagai tuan rumah memuat Lippa Sabbe, sarung sutra berpola tenunan rumit: pengingat bahwa karya mahasiswa menuntut ketelitian dan kesabaran, layaknya menenun benang menjadi mahakarya.

Shibori bertemu Lontara
Tiga inventor Unhas, Dr. Irma Andriyani, Dr. Zulfitriyani Dwiyanti Mustaka, dan Dr. Asmi Citra Malina, memadukan tenun Shibori dengan nuansa Lontara khas Bugis-Makassar. Kainnya telah dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Takalar, mitra pengembangannya, dan motifnya kini dalam proses pendaftaran paten.

Hari Batik di Desa Bira
Pada Hari Batik Nasional 2021, 15 mahasiswa tim PHP2D Gemah Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan menggelar Festival Budaya Bira di Bulukumba untuk meningkatkan kualitas tenun Bira.
Ilmu di balik sehelai kain
Riset sutra bersama BRIN
Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN menjajaki kerja sama dengan peneliti satwa liar dan sutra Fakultas Kehutanan, termasuk peluang bantuan riset dan beasiswa lanjut studi bagi mahasiswa.

Pewarna alami untuk sutra
Penelitian mahasiswa “Eksplorasi Pewarna Sutera Alami Ramah Lingkungan Berbasis Biomassa”, dibimbing Syahidah, Ph.D., termasuk 21 tim Unhas yang lolos ke PIMNAS 2019.
Sentra sutra di Assorajang
Lewat program Sabe Silk Production Center, tim PHP2D Unhas mengajak warga Desa Assorajang, Wajo, mandiri mengelola usaha tenun sutra dan berinovasi membuat produk seperti tas dan sandal.

Lipa Bira untuk industri kreatif
Program “Optimalisasi Lipa Bira Berbasis Industri Kreatif” menjadi satu dari enam program mahasiswa Unhas penerima hibah PHP2D 2021, untuk kerajinan tenun khas Desa Bira, Bulukumba.

Sutra dari hulu ke hilir
Saat Unhas menggelar pengabdian masyarakat Dies Natalis ke-64 di Wajo, Bupati Wajo berharap kolaborasi dengan Unhas, utamanya dalam pengelolaan sutra dari hulu ke hilir, dapat mengembalikan kejayaan tenun Sulawesi Selatan.


Dari ulat sutra ke selembar sarung
Pada 2019, Bupati Wajo menyampaikan bahwa 13.000 perajin sutra di Wajo sangat bergantung pada bahan baku dari Tiongkok dan meminta Unhas membantu budidaya telur ulat sutra. Fakultas Kehutanan pun mendirikan Kampung Rimba, pusat inovasi hasil hutan bukan kayu yang mengembangkan budidaya ulat sutra dan mengajari mahasiswa berwirausaha dari produk sutra.
Budaya yang menyapa dunia

Lagu Toraja juara di Auckland
Paduan Suara Mahasiswa Unhas meraih juara 1 kategori Folklore and Indigenous Music with Choreography di World Choir Games 2024, Auckland, Selandia Baru, dengan nilai 91,50 lewat lagu Toraja Pa’ Teinde dan Langkan Maega. Setidaknya 40 negara ikut berkompetisi. “Selain berlomba kegiatan ini sangat baik untuk memperkenalkan Indonesia, Makassar dan Universitas Hasanuddin,” kata pelatih Ari Anshari Sanusi.
ASEAN LUMINA di Makassar
Pada 11–14 Agustus 2026, Unhas menjadi tuan rumah bagi pemuda Asia Tenggara yang menjelajahi sejarah, naskah, dan masa depan warisan budaya Indonesia.

Busana tradisional dari berbagai negara
Di UNHAS DAY 2026, lebih dari 40 mahasiswa internasional mengenalkan budaya negaranya kepada mahasiswa baru lewat busana tradisional, kuliner khas, dan pertunjukan seni.

Bissu di panggung nasional
Teater Kampus Unhas mengangkat budaya Bugis tentang Bissu lewat Arajang dan meraih Penyaji Terbaik II serta Penata Artistik Terbaik di FESTAMASIO XII.



